Makassar, 08 September 2024 – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM), Hermawangsah dari Program Studi Teknik Elektro, menciptakan inovasi alat bantu jalan bagi tunanetra berbasis sensor elektronik. Karya yang berjudul “Optimasi Sistem Alat Bantu Jalan Tunanetra Berbasis Sensor-Sensor Elektronik” ini akan segera dipatenkan dan diproduksi massal di laboratorium Fakultas Teknik UIM.
Proyek ini merupakan bagian dari tugas akhir Hermawangsah yang dikembangkan di bawah bimbingan langsung dari dosen-dosen Teknik Elektro UIM. Sistem ini menggunakan sensor-sensor canggih yang dirancang untuk mendeteksi rintangan dan memberikan peringatan kepada pengguna melalui getaran dan suara. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan keselamatan para tunanetra dalam beraktivitas sehari-hari.
Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Sarifuddin Muddin, S.T., M.T., sangat mengapresiasi karya ini. “Ini adalah salah satu terobosan yang sangat membanggakan. Karya ini tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik mahasiswa kita, tetapi juga kepedulian terhadap permasalahan sosial di masyarakat. Fakultas Teknik akan mendukung penuh proses pematenan dan produksi massal alat ini,” ujarnya.
Ketua Program Studi Teknik Elektro, Dr.Hj. Sriwati, S.T., M.T., yang turut berperan aktif dalam pengembangan alat ini, menyatakan bahwa inovasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan dosen. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi seperti ini, yang tidak hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga berdampak langsung kepada masyarakat luas,” ungkapnya.
Rencana pematenan alat ini sudah memasuki tahap persiapan dokumen dan legalitas. Fakultas Teknik UIM akan bekerja sama dengan lembaga terkait untuk memastikan hak paten atas inovasi ini terlindungi, sehingga bisa diproduksi dan dipasarkan secara luas.
Dalam tahap awal, produksi massal alat bantu ini akan dilakukan di laboratorium Fakultas Teknik UIM. Langkah ini akan melibatkan mahasiswa, dosen, serta tenaga ahli untuk memastikan kualitas dan fungsionalitas alat tetap terjaga. Proses produksi di kampus juga diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa lainnya dalam memahami proses manufaktur dari hasil penelitian mereka.
Hermawangsah mengungkapkan rasa bangganya atas dukungan yang diberikan oleh pihak fakultas. “Saya sangat berterima kasih kepada seluruh dosen pembimbing dan teman-teman di Teknik Elektro atas dukungannya. Semoga alat ini benar-benar bisa membantu tunanetra dalam beraktivitas dan menjadi karya yang bermanfaat luas,” kata Hermawangsah.
Dengan keberhasilan ini, Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar semakin menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa dan dosen untuk terus berinovasi dan menciptakan karya-karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Diharapkan, alat bantu jalan tunanetra ini dapat menjadi produk unggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
