Takalar, 08 September 2024 – Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM) berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa P’ Bentengan, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini mengusung tema “Pemanfaatan Tingkol Jagung sebagai Bahan Pembuatan Briket”, yang bertujuan untuk memberikan solusi energi alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan bagi masyarakat setempat.
Acara ini dihadiri oleh Camat Mappakasunggu, Kepala Desa P’ Bentengan, beserta perangkat desa lainnya. Selain itu, turut hadir Ketua Program Studi Teknik Mesin UIM, Bapak Djupri Juma Pabeta, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Mesin UMI, dan para dosen dari kedua perguruan tinggi.
Ketua Program Studi Teknik Mesin UIM, Djupri Juma Pabeta, S.T., M.T., dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata melalui inovasi pemanfaatan tingkol jagung yang melimpah di daerah ini untuk diolah menjadi briket. Selain dapat mengurangi limbah pertanian, ini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.
Camat Mappakasunggu, menyambut baik program ini dan mengapresiasi kolaborasi antara UIM dan UMI. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi perekonomian masyarakat. Tingkol jagung yang biasanya hanya menjadi limbah, kini dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Semoga inovasi ini bisa diterapkan secara berkelanjutan,” katanya.
Proses pembuatan briket dari tingkol jagung melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pengeringan, penggilingan, hingga proses pencetakan briket. Tim dari Fakultas Teknik UIM dan UMI memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat, mulai dari teknik dasar hingga cara memasarkan produk briket. Briket yang dihasilkan memiliki potensi besar sebagai bahan bakar alternatif yang murah dan ramah lingkungan, cocok digunakan untuk kebutuhan rumah tangga hingga industri kecil.
Ketua Program Studi Teknik Mesin UMI menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat berlanjut dengan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, namun terus berkembang dengan inovasi-inovasi lain. Kami juga berencana melakukan pendampingan lanjutan untuk memastikan teknologi ini bisa dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan solusi energi alternatif, tetapi juga membuka wawasan baru bagi masyarakat Desa P’ Bentengan tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya alam lokal secara efektif dan efisien. Para dosen dan mahasiswa yang terlibat juga mendapatkan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang mereka pelajari di lapangan.
Kolaborasi antara Fakultas Teknik UIM dan UMI dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan untuk memberikan dampak positif yang lebih luas, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
