Makassar, 6 Juni 2024 – Lembaga Kajian Islam Aswaja Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar kajian integrasi keilmuan yang dibawakan oleh Dr. Ir. Saripuddin Muddin, ST., MT., Dekan Fakultas Teknik UIM. Acara ini berlangsung di Masjid Ash Shahabah UIM dengan judul “Meneropong Kemajuan Teknologi Besi, Transportasi, dan Konstruksi Era Digital.”
Acara dimulai pukul 12.00 WITA dan dihadiri oleh sivitas akademika UIM serta masyarakat sekitar yang antusias untuk mendalami topik yang dibahas. Kajian ini merupakan bagian dari upaya Lembaga Aswaja UIM untuk mengintegrasikan keilmuan teknik dengan nilai-nilai keislaman, serta menyikapi perkembangan teknologi yang pesat di era digital.
Dr. Saripuddin Muddin, dalam pemaparannya, menjelaskan sejarah dan evolusi teknologi besi, transportasi, dan konstruksi, mulai dari masa lampau hingga era modern saat ini. Beliau menggarisbawahi pentingnya memahami perkembangan teknologi tersebut dalam konteks nilai-nilai Islam, sehingga kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.
“Kita harus memahami bahwa teknologi besi, transportasi, dan konstruksi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Di era digital ini, integrasi teknologi informasi dan komunikasi dengan bidang-bidang tersebut membawa dampak yang signifikan, baik dari segi efisiensi maupun kualitas. Namun, sebagai umat Islam, kita harus memastikan bahwa perkembangan ini selaras dengan nilai-nilai Islam dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Dr. Saripuddin.
Beliau juga menyoroti kemajuan dalam teknologi besi yang kini lebih ramah lingkungan dan efisien, inovasi dalam transportasi yang mengedepankan keberlanjutan, serta perkembangan konstruksi yang semakin mengutamakan teknologi smart construction. Kajian ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mengajak peserta untuk melihat penerapan praktis dari teknologi-teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Dr. Saripuddin Muddin juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dan akademisi dalam mengembangkan teknologi yang berkelanjutan. Beliau mendorong para mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam bidang teknologi, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip keislaman.
“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang positif dalam bidang teknologi. Namun, inovasi tersebut harus selalu didasarkan pada nilai-nilai keislaman, sehingga teknologi yang kita kembangkan tidak hanya canggih, tetapi juga bermanfaat bagi kemaslahatan umat,” tambahnya.
Kajian integrasi keilmuan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, dimana para peserta berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Dr. Saripuddin Muddin. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, menunjukkan minat yang tinggi terhadap topik yang dibahas.
Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai pentingnya integrasi teknologi dan nilai-nilai Islam, serta mendorong mereka untuk terus belajar dan berinovasi dalam bidang teknik dan teknologi. Lembaga Aswaja UIM berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa, guna meningkatkan pemahaman dan kompetensi sivitas akademika dalam menghadapi tantangan teknologi di era digital.
Dengan terselenggaranya kajian ini, Fakultas Teknik UIM menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan keilmuan yang holistik dan integratif, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam.
