MAKASSAR – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM) menyelenggarakan Kuliah Tamu Teknik Industri dengan menghadirkan Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026, di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Islam Makassar Al-Gazali.
Kuliah tamu tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar, Dr. Ir. Saripuddin Muddin, S.T., M.T., pimpinan fakultas, dosen Program Studi Teknik Industri, serta mahasiswa yang antusias mengikuti kegiatan sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan peningkatan kompetensi di bidang teknik industri.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama akademik antarperguruan tinggi sekaligus upaya Fakultas Teknik UIM dalam menghadirkan praktisi dan akademisi nasional yang memiliki pengalaman luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan Teknik Industri.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UIM, Dr. Ir. Saripuddin Muddin, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas kesediaan Dr. Agus Mansur berbagi ilmu dan pengalaman kepada sivitas akademika Fakultas Teknik.
“Kuliah tamu seperti ini menjadi media yang sangat penting bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif baru dari akademisi yang memiliki pengalaman di tingkat nasional. Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antara Fakultas Teknik UIM dan Fakultas Teknologi Industri UII,” ujar Dr. Saripuddin Muddin.
Beliau juga menegaskan bahwa Fakultas Teknik terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, industri, dan institusi profesional agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., IPU., menjelaskan berbagai perkembangan terkini dalam bidang Teknik Industri, termasuk transformasi industri di era digital, implementasi teknologi dalam sistem produksi, pengelolaan rantai pasok, peningkatan produktivitas, serta tantangan yang dihadapi lulusan teknik industri di tengah perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Menurutnya, lulusan Teknik Industri tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir sistematis, analitis, adaptif, serta mampu memimpin perubahan di lingkungan kerja.
“Mahasiswa harus terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kemampuan komunikasi, menguasai teknologi digital, serta memiliki kemampuan menyelesaikan permasalahan secara inovatif. Dunia industri saat ini membutuhkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat,” jelas Dr. Agus Mansur.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung mengenai peluang karier, tantangan dunia industri, pengembangan penelitian, serta strategi mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri nasional maupun internasional.
Salah seorang mahasiswa Teknik Industri mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kuliah tamu tersebut.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan perkembangan industri saat ini. Kami memperoleh gambaran mengenai kompetensi yang harus dipersiapkan sejak di bangku kuliah agar mampu bersaing di dunia kerja,” ungkap salah satu peserta.
Suasana kuliah tamu berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta. Diskusi yang terbangun menunjukkan besarnya minat mahasiswa untuk memahami perkembangan ilmu Teknik Industri serta peluang kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi lain.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia industri. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring akademik, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang profesional, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
