MAKASSAR – Civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM) mengikuti kegiatan Kajian Islam bersama Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., yang mengangkat tema “Tantangan Pendidik dan Generasi di Era Digital”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Auditorium K.H. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar.

Kajian ini diikuti oleh civitas akademika Universitas Islam Makassar, termasuk pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Fakultas Teknik. Kegiatan menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus merefleksikan tantangan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Dalam kajiannya, Prof. H. Abdul Somad membahas berbagai tantangan yang dihadapi pendidik dan generasi muda di era digital. Perkembangan teknologi informasi yang menghadirkan kemudahan dalam mengakses pengetahuan dan berkomunikasi, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan memilih informasi, menjaga etika, serta memperkuat nilai-nilai agama dan moral.

Era digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Berbagai sumber pengetahuan dapat diakses dengan cepat melalui perangkat digital. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi, perubahan pola interaksi sosial, serta munculnya berbagai konten yang dapat memengaruhi karakter dan pola pikir generasi muda.

Prof. H. Abdul Somad mengingatkan bahwa teknologi pada dasarnya merupakan alat yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara bijak. Karena itu, pendidik dan orang tua memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

“Tantangan terbesar di era digital bukan hanya bagaimana kita menguasai teknologi, tetapi bagaimana kita tetap menjaga nilai, akhlak, dan jati diri di tengah derasnya arus informasi,” demikian pesan yang disampaikan dalam kajian.

Menurutnya, pendidik tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan. Pendidik juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter dan memberikan keteladanan kepada generasi muda. Hal tersebut menjadi semakin penting karena generasi saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital.

Kajian tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi civitas akademika Fakultas Teknik UIM. Sebagai bagian dari lingkungan pendidikan tinggi yang bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sivitas akademika dituntut untuk mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai keislaman.

Dekan Fakultas Teknik UIM menyampaikan bahwa kegiatan kajian Islam seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkuat karakter sivitas akademika di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman. Sebagai insan akademik di bidang keteknikan, kita tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional, tetapi juga harus memiliki integritas, akhlak, dan tanggung jawab dalam menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa Fakultas Teknik sebagai generasi penerus perlu dipersiapkan untuk menjadi tenaga profesional yang tidak hanya kompeten dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki karakter dan nilai moral yang kuat.

Kegiatan kajian berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme dari peserta. Kehadiran civitas akademika Fakultas Teknik menunjukkan komitmen dalam mendukung kegiatan yang mengintegrasikan aspek keilmuan, keislaman, dan pembentukan karakter.

Bagi mahasiswa, kajian ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan perspektif keislaman dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan di era digital. Sementara bagi dosen dan tenaga kependidikan, kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya peran pendidik dalam membimbing generasi agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan spiritual.

Kajian Islam bersama Prof. H. Abdul Somad di Auditorium K.H. Muhyiddin Zain UIM diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat komitmen Universitas Islam Makassar dalam membangun lingkungan akademik yang unggul secara keilmuan sekaligus kuat dalam nilai-nilai keislaman.

Melalui kegiatan tersebut, civitas akademika Fakultas Teknik UIM diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap menjadikan nilai agama, akhlak, dan etika sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas akademik maupun kehidupan bermasyarakat.

Leave a Comment