MAKASSAR – Universitas Islam Makassar (UIM) kembali menggelar kegiatan Kajian Integrasi Keilmuan yang menghadirkan Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar, Dr. Ir. Saripuddin Muddin, S.T., M.T., sebagai narasumber dengan tema “Membangun Peradaban Teknologi Melalui Integrasi Nilai Islam dan Ilmu Keteknikan”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Masjid Ash-Shahabah Universitas Islam Makassar dan diikuti oleh civitas akademika UIM.
Kajian ini menjadi bagian dari upaya Universitas Islam Makassar dalam memperkuat integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dalam proses pendidikan tinggi. Melalui forum tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa kemajuan teknologi harus senantiasa dibarengi dengan penguatan moral, etika, dan spiritualitas.
Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Saripuddin Muddin, S.T., M.T. menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan manusia. Namun demikian, kemajuan tersebut harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi umat manusia dan tidak terlepas dari nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
“Islam tidak pernah memisahkan antara ilmu dan nilai. Dalam perspektif Islam, teknologi bukan hanya alat untuk mempermudah kehidupan, tetapi juga sarana untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, para insinyur dan akademisi harus mampu mengintegrasikan kompetensi keilmuan dengan akhlak dan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa peradaban besar dalam sejarah Islam lahir dari perpaduan antara keunggulan ilmu pengetahuan dan kekuatan spiritual. Banyak ilmuwan muslim pada masa kejayaan Islam yang berhasil menghasilkan berbagai inovasi dalam bidang teknik, matematika, astronomi, dan kedokteran karena menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi berpikir dan berkarya.
Menurutnya, tantangan dunia modern saat ini bukan hanya bagaimana menciptakan teknologi yang canggih, tetapi juga bagaimana memastikan teknologi tersebut digunakan untuk tujuan yang benar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kemajuan teknologi harus melahirkan keadilan, kesejahteraan, dan keberlanjutan. Di sinilah pentingnya integrasi nilai Islam dalam ilmu keteknikan agar setiap inovasi yang dihasilkan memiliki dimensi kemanusiaan dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Kegiatan kajian berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait peran teknologi dalam pembangunan peradaban modern yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Salah seorang peserta kajian mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi dan pembentukan karakter.
“Kajian ini memberikan pemahaman bahwa sebagai mahasiswa teknik, kami tidak hanya dituntut menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga harus memiliki nilai moral dan etika yang kuat dalam menerapkan ilmu yang kami miliki,” ungkap salah seorang mahasiswa peserta kegiatan.
Kegiatan Kajian Integrasi Keilmuan ini merupakan salah satu program rutin Universitas Islam Makassar yang bertujuan memperkuat budaya akademik yang religius serta mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak yang baik.
Melalui tema “Membangun Peradaban Teknologi Melalui Integrasi Nilai Islam dan Ilmu Keteknikan”, Universitas Islam Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang memadukan keunggulan akademik dengan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan era global dan revolusi teknologi yang terus berkembang.
