MAKASSAR – Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menjadi tuan rumah sekaligus mitra strategis dalam Pelantikan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan Masa Khidmat 2026–2030 yang berlangsung khidmat di Auditorium KH. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar, Senin (23/6/2026) mulai pukul 13.30 WITA.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Islam Makassar Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., Wakil Rektor I Dr. Ir. Ahmad Hanafie, S.T., M.T., IPM., Wakil Rektor II Badruddin Kaddas, M.Ag., Ph.D., para dekan, kepala biro, pimpinan lembaga, serta civitas akademika Universitas Islam Makassar. Kehadiran pimpinan universitas, termasuk Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Saripuddin Muddin, S.T., M.T., menegaskan komitmen UIM dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, organisasi kepemudaan Islam, dan pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia serta penguatan moderasi beragama di Sulawesi Selatan.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum GP Ansor Pusat yang mengambil sumpah jabatan pengurus baru. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ansor, pembacaan Surat Keputusan pelantikan oleh Pengurus Wilayah GP Ansor Sulawesi Selatan, serta prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.
Selain unsur GP Ansor, kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Kementerian Pertanian RI yang mewakili Menteri Pertanian Republik Indonesia, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, para pengurus PWNU Sulawesi Selatan dan badan otonom NU, para rektor perguruan tinggi Nahdlatul Ulama se-Sulawesi Selatan, tokoh masyarakat, ulama, kyai, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan tokoh lintas agama.
Salah satu tokoh yang turut memberikan sambutan adalah Syekh Saiyyet A. Rahim Asseggaf atau Puang Makka, selaku Ketua Dewan Penasihat GP Ansor Sulawesi Selatan. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh kader Ansor untuk terus menjadi perekat persatuan dan menjaga ukhuwah di tengah masyarakat.
“Ansor harus menjadi penyejuk umat, menjaga persaudaraan, merawat kebangsaan, dan terus hadir di tengah masyarakat sebagai organisasi yang membawa manfaat,” ujar Puang Makka.
Dalam sambutannya, Rektor UIM, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., menegaskan bahwa Universitas Islam Makassar merupakan rumah besar bagi kader-kader Nahdlatul Ulama dan GP Ansor.
“Auditorium KH. Muhyiddin Zain kami buka untuk Ansor karena UIM dan NU memiliki napas yang sama, yakni Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lil ‘alamin. Kampus ini adalah rumah besar kader NU untuk belajar, mengabdi, dan memimpin,” ungkap Rektor.
Rektor juga menekankan bahwa UIM siap menjadi mitra strategis GP Ansor melalui berbagai program akademik dan pengembangan sumber daya manusia.
“Ansor adalah motor penggerak NU masa depan. Kami ingin ruang kelas UIM juga menjadi ruang kaderisasi Ansor yang cerdas, religius, dan nasionalis. UIM siap membuka ruang beasiswa, pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat bagi kader-kader Ansor,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rektor mengajak GP Ansor untuk membangun kolaborasi dengan seluruh fakultas di UIM, khususnya Fakultas Teknik, dalam pengembangan ketahanan pangan, energi pesantren, dan digitalisasi UMKM binaan Ansor.
Kehadiran Dekan Fakultas Teknik UIM, Dr. Ir. Saripuddin Muddin, S.T., M.T., memperkuat komitmen akademik dalam mendukung program-program organisasi kepemudaan berbasis keumatan. Fakultas Teknik menyatakan kesiapan untuk mendukung pengabdian masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna.
“Fakultas Teknik siap menurunkan dosen dan mahasiswa untuk mendukung program pengabdian di basis-basis Ansor. Kami juga membuka ruang kolaborasi dalam bidang teknologi, energi, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Dr. Saripuddin Muddin.
Beliau menambahkan bahwa laboratorium dan sumber daya akademik Fakultas Teknik dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program yang diinisiasi GP Ansor, khususnya yang berkaitan dengan inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Pusat dalam arahannya menegaskan tiga prioritas utama kader Ansor ke depan, yakni penguatan ekonomi kerakyatan, digitalisasi dakwah, dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kapasitas kader dan organisasi.
Pemilihan Auditorium KH. Muhyiddin Zain UIM sebagai lokasi kegiatan juga menunjukkan kesiapan infrastruktur kampus dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keummatan berskala provinsi maupun nasional. UIM tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ruang dialog dan kolaborasi antara dunia akademik, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan masyarakat.
Pelantikan Pimpinan Cabang GP Ansor Sulawesi Selatan masa khidmat 2026–2030 menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara kampus dan organisasi kepemudaan Islam. Dengan hadirnya unsur pemerintah, ulama, akademisi, organisasi masyarakat, dan tokoh lintas agama, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia dan penguatan moderasi beragama merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui kolaborasi yang dibangun antara Universitas Islam Makassar dan GP Ansor Sulawesi Selatan, diharapkan lahir berbagai program yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat, serta mendukung pembangunan daerah dan bangsa.
